Skip to content Skip to footer

Seniman Komik

Tita Larasati

 T

The advent of manga (Japanese comics) in Indonesian comics industry since 1988 and still dominant until today brought an emergence of strong and large amount of female comics book readers in Indonesia. Eventually, these group saw the emergence of new generation of female comics artists. Most of them developed Japanese shoujo manga style as their expressions.

Tita developed a more personal style, informed by her rich references of European comics and graphic novels and her education in industrial design. She also lived many years in Netherland and at some point thought that it was more practical to send her monthly news to her family in Indonesia in comics form. The result was a compilation of sketchy cartoons, playful doodles, and charming narratives on her daily life in Europe.

She perfected this form of graphic diary and published them online since early 2000s. By time Indonesian comics community noticed her works, she began to influenced the coming popularity of “curhat komik” or personal daily life stories that vastly different from fantastic narratives in mainstream comics. Her personal stories somehow echoed with many younger female comics artists in Indonesia.

In 2016, small parts of her works was published in French. Eddie Campbell (of From Hell fame) commented that Tita’s works “…tells the charming and always catchy stories, from a region of the world where the comics strips have not been much captured.”

 K

Kehadiran manga (komik Jepang) dalam industri komik Indonesia sejak tahun 1988 dan masih dominan hingga saat ini membawa munculnya pembaca komik perempuan yang kuat dan banyak di Indonesia. Akhirnya, kelompok ini melihat munculnya generasi baru seniman komik perempuan. Sebagian besar dari mereka mengembangkan gaya manga shoujo Jepang sebagai ekspresi mereka.

Tita mengembangkan gaya yang lebih personal, yang didasarkan pada referensi kaya dari komik Eropa dan novel grafis serta pendidikannya di bidang desain industri. Dia juga tinggal di Belanda selama bertahun-tahun dan pada suatu saat berpikir bahwa lebih praktis untuk mengirimkan berita bulanan kepada keluarganya di Indonesia dalam bentuk komik. Hasilnya adalah kumpulan kartun sketsa, gambar main-main, dan narasi yang memikat tentang kehidupannya sehari-hari di Eropa.

Dia menyempurnakan bentuk buku harian grafis ini dan mempublikasikannya secara online sejak awal 2000-an. Ketika komunitas komik Indonesia memperhatikan karyanya, dia mulai memengaruhi popularitas “curhat komik” atau cerita kehidupan sehari-hari yang sangat berbeda dari narasi fantastis dalam komik mainstream. Cerita pribadinya dengan beberapa cara bergema dengan banyak seniman komik perempuan muda di Indonesia.

Pada tahun 2016, bagian kecil dari karyanya dipublikasikan dalam bahasa Prancis. Eddie Campbell (dari karya From Hell) mengomentari bahwa karya Tita “…menceritakan kisah-kisah yang memikat dan selalu menarik perhatian, dari sebuah wilayah di dunia di mana strip komik belum banyak ditangkap.”